Senin, 10 Februari 2020

Cinta Tak Harus Memiliki

Yaitu, ketika kita harus mengikhlaskan seseorang yang kita sayang menikah dengan orang lain.


Ya, pangeran. Pangeran menikah dengan wanita itu. Wanita beruntung yang bisa mendapatkan hati pangeran. Wanita itu sangat beruntung bisa bersatu dengan pangeran.


Walau sudah berbicara pada hati kecil untuk tidak berharap kepada pangeran namun hati ini masih saja berharap. Karena pertemuan-pertemuan singkat itulah, benih-benih harapan tumbuh.

Hingga suatu waktu aku dan pangeran sudah putus komunikasi.

Aku rindu dia, aku memutuskan untuk memulai percakapan, dan aku mendapat kejutan. Yey ! Kejutan yang sangat amat mengejutkan ! U know? Dia mengirimkan sebuah foto dan itu adalah foto undangan pernikahan pangeran dengan wanita itu.


Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku terlalu sedih, terlalu hancur, dan terlalu sakit dengan kejutan itu. Aku sampai tidak bisa menangis, dan aku hanya bisa tertawa.


Harapan dan doa yang ku panjatkan kepada Tuhan untuk dipersatukan dengan pangeran ternyata sia-sia. Tapi aku tidak menyalahkan Tuhan, mungkin memang pangeran bukan untuk ku, dan bukan jodoh yang Tuhan tuliskan untuk aku. Aku terima itu.


Akhirnya aku berusaha untuk tegar, untuk terima semuanya. Aku berusaha untuk terlihat ikut bahagia didepan dia. Padahal hati aku saat itu ibarat piring pecah (berantakan).

Tidak ada komentar: